Daftar situs yang menyediakan animasi IPA

Animasi hanyalah alat bantu misalnya untuk ilustrasi. Peran Bp/Ibu
dalam mencerahkan pengetahuan siswa di kelas tentu adalah lebih
terutama dan tak tergantikan oleh alat apapun.

Barangkali ada yang membutuhkannya silakan langsung berkunjung ke
situs-situs berikut ini.

KIMIA

http://www.klte.hu/~lenteg/animate.html

http://www.chem.iastate.edu/group/Greenbowe/sections/projectfolder/ani
mationsindex.htm

FISIKA

http://www.upscale.utoronto.ca/GeneralInterest/Harrison/Flash/

http://www.kettering.edu/~drussell/demos.html

http://www.keveney.com/

http://www.glenbrook.k12.il.us/gbssci/phys/mmedia/#vectors

http://webpages.ursinus.edu/mtakats/animate.html

CAMPURAN (Biologi, Ekologi,Físika, dll)

http://science.nhmccd.edu/biol/animatio.htm

EKOLOGI

http://www.biology.ualberta.ca/facilities/multimedia/index.php?
Page=280

copas http://dir.groups.yahoo.com/group/sains/message/761

By dayaniichigo

Macam-macam bentuk animasi

Animasi klasik
Animasi telah dibuat pada tahun 1919 pertamakalinya di negara Amerika. Teknik pembuatan animasi pada jaman dahulu tidak menggunakan komputer.
Teknik animasi nya adalah seorang animator menciptakan suatu rangkaian bagian kasar yang akan difilmkan dalam gambar-gambar menggunakan pinsel perframenya.
Kemudian gambar dipindahkan pada lembar seprai seluloid, dengan asam cuka sel. Setelah terbentuk gambar yang tebal gambar diperhalus dengan tinta acetante-adhenting tinta yang digunakan pada jaman itu.Setelah gambar desain sempurna, seorang pelukis memberikan warna dengan cat vinil.
Untuk proses animasinya, gambar-gambar tersebut dishooting secara cepat oleh kamera sesuai dengan kecepatan framenya/detiknya.contoh animasi klasik Mickey mouse karya Walt Disney

Boneka animasi
Pada tahun 1986 Studio Vinston dari negara Polandia menghasilkan suatu karya animasi 3d berjudul;” California kismis” yang pembuatannya menggunakan boneka figur tanah liat yang digerakkan dan difoto secara beruntun, hingga menghasilkan suatu gerakan animasi. Chiken run, shaun the sheep adalah animasi yang dibuat dengan boneka lilin

Animasi komputer

Dalam teknik animasi komputer, proses pembuatannya banyak dilakukan oleh komputer, seperti proses penggambaran, pemberian warna, animasi, pengisian suara, hingaa membentuk suatu keping kaset/vcd.
Jenis animasi komputer yang banyak dikenal adalah animasi 2d dan 3d. Walaupun teknologi perkembangan animasi 3d telah berkembang, namun bukan berarti animasi 2d ditinggalkan, karena sebagaian masyarakat beranggapan keindahan goresan animasi 2d lebih mempunyai espresi objek yang tegas dibandingkan animasi 3d
Hal itu dibuktikan anmator-animator jepang dan Amerika yang hingga saat ini tetap menngunakna teknik animasi 2d dalam membuat karya animasi terbaru. contoh: naruto animasi 2d modern yang pengerjaannya menggunakan komputer, dan FF advent Childern, animasi dengan tampilan 3 dimensi menggunakan komputer

copas http://id.shvoong.com/humanities/arts/2286176-macam-macam-bentuk-animasi/
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/arts/2286176-macam-macam-bentuk-animasi/#ixzz2HNRQ9RIK

By dayaniichigo

Perkembangan Film Animasi Dari Masa Ke Masa

Animasi secara sederhana bisa kita katakan sebuah ilustrasi atau gambar yang dicetak dalam frame demi frame. Tiap-tiap frame memiliki gambar yang berbeda (nyaris sama) satu sama lain sehingga jika diproyeksikan (bergerak secara cepat) terciptalah ilusi pergerakan gambar. Perkembangan teknik animasi dari masa ke masa demikian pesat. Sejak awal kali pertama para pembuat animasi langsung menggambar pada frame filmnya hingga kini telah menggunakan teknologi digital. Dari animasi dua dimensi (2-D), lalu animasi stop-motion, kini berkembang menjadi animasi tiga dimensi digital (CGI). Batasan film animasi juga semakin “kabur” karena teknik animasi kini lazim digunakan sebagai efek visual untuk film-film non-animasi, seperti sering kita lihat pada film-film fiksi ilmiah serta fantasi.

Animasi juga sering disebut sebagai atribut genre. Animasi bukanlah genre namun lebih tepatnya merupakan sebuah teknik. Film animasi memiliki jangkauan wilayah cerita serta genre yang luas, seperti drama, fiksi-ilmiah, perang, fantasi, horor, musikal, hingga epik sejarah. Walau bisa dinikmati oleh semua kalangan, film animasi juga identik sebagai film hiburan anak-anak karena pada kenyataannya sebagian besar film yang diproduksi memang ditujukan untuk anak-anak. Dalam beberapa kasus seperti di Jepang misalnya, film animasi juga diproduksi untuk segmen penonton dewasa.

Awal Perkembangan Animasi
..
Sejak awal ditemukannya sinema, para pembuat film telah menggunakan teknik animasi untuk menghasilkan efek visual, seperti ledakan, roket, serta benda terbang lainnya dalam film-film mereka. Film animasi penuh pendek pertama dengan format film standart tercatat adalah Humorous Phases of Funny Faces (1906) yang diproduksi oleh kartunis surat kabar Amerika, J. Stuart Blackton. Film animasi ini menggambarkan seorang kartunis yang tengah menggambar wajah di sebuah papan tulis. Di wilayah Eropa film animasi pendek Fantasmagorie (1908) karya Émile Cohl asal Perancis tercatat sebagai salah satu film animasi tertua. Sementara film animasi panjang pertama adalah El Apóstol (1917) karya Quirino Cristiani, animator asal Argentina. Animasi stop-motion “3-D” pertama tercatat adalah The Grasshopper and the Ant (1911) dan The Cameraman’s Revenge (1911) karya animator Soviet Wladislaw Starewicz. Pada periode film bisu ini, film-film animasi berkembang demikian pesat hampir di seluruh negara di dunia baik di Asia, Eropa, dan terutama di Amerika.
..
Karakter animasi pertama yang sangat berpengaruh dan sukses adalah Gertie, si Brontosaurus dalam Gertie the Dinosaur (1914) yang filmnya berisi sebanyak 10.000 frame gambar. Sang kreator adalah animator komik kenamaan harian New York Herald, yakni Winsor McCay. Beberapa tahun kemudian karakter populer, si kucing Felix karya animator Otto Messmer, muncul pertama kali dalam film Feline Follies (1919) dan Musical Mews (1919). Kucing superstar ini muncul dalam ratusan film pada satu dekade ke depan dan tercatat merupakan karakter animasi pertama yang sukses menjadi merchandise. The Last Life (1928) tercatat sebagai film animasi Felix terakhir yang popularitasnya semakin menurun karena munculnya teknologi suara dan kalah bersaing dengan superstar Walt Disney, Mickey Mouse. Sementara animator legendaris Walt Disney semasa era film bisu ini tercatat telah sukses dengan seri kartun Alice serta Oswald, Si Kelinci.
Animasi di Era Awal Film Bicara
..Datangnya teknologi suara pada akhir dekade 20-an semakin mendukung perkembangan film animasi. Pada tahun 1928, Ub Werks, animator studio Disney mengembangkan karakter baru sebagai pesaing karakter Felix The Cat. Karakter animasi populer, Mickey Mouse muncul pertama kali dalam Plane Crazy (1928) serta diikuti Steamboat Willie (1928). Dalam Steamboat Willie, karakter Mickey telah muncul bersama pasangannya Minnie, yang suara keduanya diisi sendiri oleh Walt Disney. Steamboat Willie juga tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan sinkronisasi suara. Film ini merupakan landmark bagi perkembangan film animasi sekaligus pemicu sukses karakter si tikus setelahnya. Dalam perkembangan selanjutnya Walt Disney berkembang menjadi studio pelopor yang paling sukses memproduksi film-film animasi.
..
Tidak kalah dengan Disney beberapa studio kompetitor lainnya turut mengembangkan beberapa karakter animasi yang masih dikenal hingga kini. Fleischer Brothers adalah empat bersaudara yang bertanggungjawab mempopulerkan karakter-karakter populer seperti Bimbo, Betty Boob, hingga Popeye. Si seksi Betty Boob mulai populer dalam film Silly Scandals (1931) namun setelah sukses dengan beberapa filmnya karakter ini mulai memudar setelah munculnya lembaga sensor film. Sementara karakter Popeye muncul pertama kali bersama Betty Boop dalam Popeye the Sailor (1933). Sejak tahun 1938, Popeye menggantikan Mickey Mouse sebagai karakter animasi paling populer di Amerika yang bertahan hingga dua dekade ke depan. Fleischer Brothers bersama DC Comics kelak juga mempelopori film animasi superhero populer, Superman (1941) yang diikuti belasan seri lainnya.
Periode Emas Film Animasi di Era Klasik
..
Selain sukses dengan seri Mickey Mouse, Disney juga sukses besar dengan seri kartun Silly Symphony. Seri pertamanya adalah Skeleton Dance (1929) dan kemudian berlanjut sampai dengan 70 episode lebih hingga tahun 1939. Selama satu dekade ini seri Silly Symphony juga sukses menyabet tujuh Oscar untuk kategori animasi pendek terbaik. Flowers and Tree (1932) adalah peraih Oscar pertama untuk studio Disney serta tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan teknologi tiga warna (technicolor). Seri yang paling populer adalah The Three Little Pigs (1933) dengan lagu hit-nya Who’s Afraid of the Big Bad Wolf?. Pada era 30-an ini pula ikon populer Disney lainnya mulai bermunculan, yakni Pluto, Goofy, serta Donald Duck.
..
Walt Disney meraih kejayaannya pada akhir dekade 30-an hingga 50-an melalui belasan film animasi panjangnya. Disney mengawali rentetan suksesnya melalui animasi klasik, Snow White and the Seven Dwarfs (1937) yang tercatat sebagai pencetak keuntungan terbesar pada tahun rilisnya. Film yang merupakan perpaduan roman, fantasi, serta musikal ini menjadi formula dasar bagi film-film klasik Disney berikutnya, seperti Pinocchio (1940),Bambi (1942), Cinderella (1950), Alice in Wonderland (1951), serta Sleeping Beauty (1959). Disney juga melakukan terobosan besar melalui film termahalnya saat itu, yakni Fantasia (1940) yang merupakan perpaduan harmonis antara musik klasik dengan animasi.
..
Studio Warner Bros. (WB) bersama tim animatornya, Isadore “Friz” Freleng, Bob Clampett, Chuck Jones, serta Tex Avery, bersaing dengan Disney melalui seri kartunnya yang ekstrem, brutal, serta “sadistik” yang memang ditujukan untuk penonton dewasa melalui seri Looney Toons dan Happy Harmonies. Melalui seri inilah ikon-ikon kartun klasik seperti Porky Pigs, Bugs Bunny, Elmer Fudd, Duffy Duck, Sylvester, Tweety, Speedy Gonzales, Road Runner, hingga Coyote mulai muncul. Mel Blanc juga dikenal sebagai pengisi suara nyaris semua ikon kartun WB tersebut. Sementara karakter kartun eksentrik WB lainnya, yakni Pink Panther baru muncul pada awal dekade 60-an.
Sementara itu studio MGM bersama William Hanna dan Joseph Barbera menjadi rival serius Disney dan WB melalui seri kartun populernya, Tom & Jerry. Dua karakter ini muncul pertama kali dalam Puss Gets the Boot (1940). Sukses film ini berlanjut hingga dua dekade ke depan yang diproduksi hingga lebih dari seratus judul. Karakter kucing dan tikus ini mampu mendobrak dominasi Disney dengan meraih Oscar (animasi pendek terbaik) lebih banyak dibandingkan seri kartun lainnya. Dalam dekade 40-an saja tercatat ada lima judul film yang meraih Oscar yakni,Yankee Doodle Mouse (1943), Mouse Trouble (1944), Quiet, Please! (1945), The Cat Concerto (1946) serta The Little Orphan (1948).
..Pada periode ini teknik animasi stop-motion juga populer yang dipelopori oleh Ray Harryhausen, yang dijuluki pula bapak animasi stop-motion. Teknik ini sering digunakan sebagai efek visual dalam film-film fiksi ilmiah untuk menggambarkan karakter raksasa, monster, makhluk angkasa, dan lain sebagainya. Ray mulai terlibat produksi animasi stop-motion dalam Mighty Joe Young(1949), dan namanya mulai dikenal setelah bekerja dalam film-film sukses seperti Earth vs. The Flying Saucers (1956), The 7th Voyage of Sinbad (1958), Mysterious Island (1961), serta Jason and the Argonauts (1963). Ray masih terlibat dalam produksi animasi stop-motion hingga awal dekade 80-an.
Pada era akhir 60-an hingga pertengahan 80-an film animasi nyaris tidak mengalami perkembangan yang berarti. Disney sepanjang dua dekade ini hanya mengeluarkan film-film animasi kelas duanya, seperti The Aristocats (1970), The Rescuers (1977), hingga Tron (1982). Sistem sensor yang mulai memudar di awal dekade 60-an juga berdampak pada film-film animasi seperti tampak pada karya-karya Ralph Bakshi. Salah satu arahannya, Fritz the Cats (1972) merupakan film animasi pertama yang mendapatkan rating X. Film ini berkisah tentang seekor kucing yang menyukai seks dan obat-obatan. Bakshi juga memproduksi animasi unik bertema fantasi, Wizard (1977) dan The Lord of the Rings (1978).
..
Perkembangan di Era 80-an hingga Kini
..
Pada era akhir 80-an hingga pertengahan 90-an Disney akhirnya kembali berjaya dengan film-film animasi konvensionalnya seperti pada era klasik. Diawali dengan kisah si putri duyung, The Little Mermaid (1989) yang sukses luar biasa sehingga pihak studio semakin bergairah memproduksi animasi sejenis. Sukses fenomenal berlanjut melalui film-film animasi seperti The Beauty and the Beast (1991), Alladin (1992), The Lion King (1994), Pocahontas (1995), serta Mulan (1998). Selain sukses komersil, The Beauty and the Beast juga tercatat sebagai film animasi pertama yang meraih nominasi Oscar untuk film terbaik. Sementara The Lion King pada masanya mencatatkan diri sebagai film animasi terlaris sepanjang sejarah. Semenjak era digital mendominasi, popularitas animasi tradisional Disney semakin menurun. Tercatat Home on the Range (2004) adalah film 2-D terakhir yang diproduksi Disney.
..
Pencapaian mengagumkan juga diperlihatkan film komedi Who Framed Roger Rabbit (1988) yang mampu menggabungkan animasi dengan aksi nyata secara meyakinkan. Film ini menampilkan nyaris semua ikon-ikon kartun era klasik baik Disney, WB, serta MGM. Teknik animasi stop-motion rupanya juga masih menjadi pilihan terbukti dengan suksesnya film The Nightmare Before Christmas (1993), James and the Giant Peach (1996), Chicken Run (2000), serta Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (2005). Animasi 2-D juga rupanya masih menjanjikan melalui adaptasi seri kartun televisi seperti Southpark: Bigger, Longer, and Uncut (1999), Pokemon The Movie (1999), The SpongeBob SquarePants Movie (2004) serta The Simpsons Movie (2007).
Rekayasa digital (CGI) pada pertengahan dekade 90-an akhirnya mulai mengambil-alih teknik animasi konvensional dengan pencapaian grafis yang sangat mengagumkan. CGI pun sudah lazim digunakan untuk efek visual film-film non-animasi, seperti Terminator 2 (1991) dan Jurrasic Park (1993). Dimotori oleh studio animasi Pixar, teknologi CGI mulai mendominasi pasar film-film animasi yang diproduksi pada dekade ini hingga mendatang. Bekerja sama dengan Disney, Pixar mengawali suksesnya melalui Toy Story (1995) yang menjadi tonggak sejarah perkembangan animasi di era digital. Kolaborasi Disney-Pixar berlanjut melalui film-film sukses berkualitas tinggi seperti, Toy Story 2 (1999), Monster Inc. (2001), Finding Nemo (2003), serta The Incredibles (2004). Pada tahun 2006, Disney membeli studio Pixar dan terbukti sukses dengan film-film berikutnya seperti Ratatouille (2007), serta yang baru lalu Wall-E (2008). Studio Dreamworks menjadi rival serius Disney melalui Shrek (2001) serta sekuelnya Shrek 2 (2004) yang sukses begitu fenomenal. Studio 20th Century Fox juga sukses melalui Ice Age (2002) bersama sekuelnya, Ice Age 2: The Meltdown (2006).

Dalam perkembangan tercatat beberapa film animasi produksi luar Amerika yang cukup menarik perhatian. Sekalipun tidak mampu bersaing secara komersil dengan film-film animasi produksi Amerika namun mereka menampilkan sesuatu yang berbeda sekaligus mampu bersaing dalam ajang bergengsi sekelas Academy Awards. Setelah sukses internasional melalui Princess Mononoke (1997), film animasi Jepang (anime) akhirnya mampu meraih Oscar melalui film fantasi petualangan unik, Spirited Away (2002). Film-film animasi unik produksi Perancis juga mendapat pengakuan tinggi di ajang yang sama, seperti The Triplets of Belleville (2003) serta Persepolis (2006). Dalam perkembangan ke depan rasanya film-film animasi produksi Amerika masih akan terus mendominasi pasar dunia. Film animasi tradisional 2-D lambat tapi pasti akan menghilang tergantikan oleh film animasi 3-D yang semakin tinggi kualitasnya.

copas http://salampaste.blogspot.com/2012/06/perkembangan-film-animasi-dari-masa-ke.html

 

By dayaniichigo

Design Animasi

Jenis-jenis Karakter

Dari berbagai karakter yang ada dapat dikategorikan menjadi 2 jenis karakter yaitu karakter dalan wujud 2 dimensi dan wujud 3 dimensi. Adapun sebagai contoh wujud karakter 2 dimensi yaitu Wayang, Kartun, dan anime, contohnya seperti kartun Transformer dan anime One Piece. Untuk karakter dengan wujud 3 dimensi yaitu kartun Final Fantasy, Monster Inc, Finding Nemo, dan lain-lain. Animasi 3 Dimensi disebut juga sebagai CGI (Computer Generated Imagery).

Tahapan Pengembangan Karakter Animasi

Sebelum memulai pekerjaan untuk membuat sebuah animasi, terdapat beberapa hal yang harus kita lakukan terlebh dahulu guna untuk melihat animasi seperti apa yang ingin dibuat dan dengan cerita apa. Hal ini tentunya perlu dilakukan suatu riset sebelum pra produksi. Adapun riset yang dilakukan adalah diantaranya adalah:

  1. Menentukan tema cerita dan tujuan cerita
  2. Membuat sinopsi dan skrip
  3. Memunculkan karakter, sifat, dan ciri yang sesuai dengan sinopsis yang telah dibuat
  4. Pengumpulan dokumentasi, termasuk setting, props, dan lokasi.

Setelah proses riset dan pengumpulan data selesai, selanjutnya masuk ke stage lebih tinggi yaitu pra-produksi. Dimana pada tingkat ini seorang animator dan timnya bekerja untuk mendesign, merancang, dan menentukan standard warna yang pas pada sebuah karakter, props, sets, dan lokasi. Jika pada tahap ini telah disepakati bersama, maka selanjutnya masuk pada tahapan storyboard yang gunanya untuk memvisualisasikan adegan dan pose yang nantinya akan tampil dalam film tersebut berdasarkan naskah yang sudah ada. Adapun bentuk dari storyboard meliputi:

  1. Gambar visual
  2. Sound effect
  3. Dialog
  4. Adegan, dan
  5. Durasi

Sebagai seorang animator, tentunya harus memiliki prinsip-prinsip dasar yang dijadikan sebagai patokan dalam pembuatan karakter animasi. Dibutuhkan kedisplinan dan pengaturan rangkaian gerakan-gerakan alami seperti makhluk hidup terutama gerakan manusia. Ada 12 prinsip dasar yang harus di perhatikan oleh para animator yaitu,

  1. Pose dan gerakan antara (Pose-To-Pose Action and Inbetween)
  2. Pengaturan waktu (Timing)
  3. Gerakan sekunder (Secondary Action)
  4. Akselerasi gerak (Ease In and Out )
  5. Antisipasi (Anticipation)
  6. Gerakan penutup dan perbedaan waktu gerak (Follow Through and Overlapping Action)
  7. Gerak melengkung (Arcs)
  8. Dramatisasi gerakan (Exaggeration)
  9. Elastisitas (Squash and Stretch)
  10. Penempatan di bidang gambar (Staging)
  11. Daya tarik karakter (Appeal)
  12. Penjiwaan peran (Personality)   copas
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/design-karakter-animasi/
By dayaniichigo

Marvel Comics

Timely Publications

Timely Publications, cikal bakal Marvel Comics, didirikan pada tahun 1939 oleh Martin Goodman yang berkantor di New York dan komik yang diterbitkan oleh perusahaannya berfokus pada tema pahlawan super (superhero).[5] Komik pertama terbitan Timely Publications adalah Marvel Comics #1 yang diterbitkan pada bulan Oktober 1939 dan mendapatkan sambutan amat baik. Komik Timely lainnya yang berjudul Captain America yang pertama kali dirilis pada bulan Maret 1941 juga mendapatkan sambutan luar biasa dan terjual hingga satu juta kopi.[6] Dalam masa-masa ini, Timely juga merekrut orang-orang yang belakangan menjadi legenda industri komik AS dan bahkan dunia, Jack Kirby serta Stanley Lieber (biasa dikenal dengan nama pena “Stan Lee”) sebagai editor.

Atlas Comics

Industri komik bertema superhero mengalami penurunan usai Perang Dunia II. Akibat fenomena ini, perusahaan komik yang diasuh Goodman mulai memperlebar genre komiknya hingga ke genre selain superhero seperti petualangan, kriminal, komedi, hingga seputar perang. Di masa ini pula, tepatnya pada tahun 1951, Timely berganti nama menjadi Atlas Comics dan logonya juga berganti menjadi logo bola dunia (globe). Selama memakai nama Atlas Comics, perusahaan komik yang dipimpin Goodman itu lebih banyak “mengekor” atau memakai genre yang sedang populer di pasaran sebagai genre komik-komik mereka, tidak seperti saat mereka masih memakai nama Timely di mana mereka cukup inovatif dengan mengusung tema superhero.

copas http://id.wikipedia.org/wiki/Marvel_Comics

Marvel Comics

Atlas akhirnya berganti nama menjadi Marvel Comics pada tahun 1961 dan nama itu masih dipakai hingga sekarang. Di masa itu, tepatnya pada awal dasawarsa 1960-an, tema superhero dalam industri komik kembali naik setelah perusahaan pesaing Marvel, DC Comics, berhasil memopulerkan tokoh-tokoh komik populer seperti Flash, Superman, dan anggota organisasi superhero Justice League of America lainnya. Marvel pun memanfaatkan momentum tersebut dengan menerbitkan komik yang juga bercerita mengenai kelompok superhero Fantastic Four pada bulan September 1961.[7] Sejak saat itu hingga tahun 1969, Marvel total telah menerbitkan 831 buku komik di mana hampir semuanya dibuat oleh Stan Lee. Pada periode ini pula, aneka tokoh komik populer seperti Spider-Man, X-Men, dan Hulk untuk pertama kalinya muncul.

Walaupun DC Comics disebut-sebut sebagai pelopor kebangkitan tema superhero di industri komik usai Perang Dunia II, Marvel dianggap sebagai pelopor dalam perubahan tipe penceritaan superhero yang beredar selama ini. Sejarawan komik Peter Sanderson menulis bahwa Marvel berhasil membuat konsep baru dalam penceritaan dengan mengusung tema yang lebih serius sehingga orang-orang seperti remaja dan orang dewasa juga bisa tertarik membaca cerita komik.[8] Salah satu contoh dari konsep penceritaan baru itu adalah dua atau lebih karakter yang pada awalnya bersahabat, namun kemudian mereka memiliki pandangan berseberangan sehingga cekcok dan akhirnya mereka berdua saling bertarung di mana salah satu menjadi pahlawan, sementara yang lainnya menjadi penjahat. Tokoh-tokoh dalam komik Marvel juga dianggap lebih membumi dan manusiawi di mana karakter superhero yang memiliki identitas rahasia juga memiliki masalah untuk hidup dengan identitas ganda tersebut.

Kebangkrutan dan Revitalisasi

Pada tahun 1996, Marvel sempat dinyatakan bangkrut setelah pemimpin Marvel pada saat itu, Ronald Perelman, menjual saham perusahaan Marvel dan terjadi kemerosotan industri yang bersangkutan pada pertengahan dekade 1990-an. Masalah yang menimpa perusahaan Marvel ini akhirnya dibawa ke pengadilan dan investigasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas finansial yang dilakukan oleh Perelman. Belakangan diketahui bahwa menjelang periode kebangkrutan, Perelman sempat mengeluarkan surat-surat obligasi sampah (junk bond) untuk mendapatkan hak kepemilikan atas perusahaan hiburan anak-anak lainnya. Usai proses yang berlarut-larut, setelah dinyatakan bangrut setahun sebelumnya, pada tahun 1997 pihak pengadilan akhirnya menyatakan bahwa yang berhak memegang perusahaan Marvel selanjutnya adalah Isaac Perlmutter, pemilik toko mainan ToyBiz yang juga merupakan salah satu perusahaan cabang Marvel. Dengan bantuan rekan-rekannya seperti rekan bisnisnya Avi Arad, penerbit Bill Jemas, serta editor Bob Harras, Perlmutter berusaha memulihkan kembali kondisi perusahaan.[9]

Sesudah revitasisasi

Dengan milenium baru, Marvel kembali dari kebangkrutan dan kembali mulai diversifikasi dengan persembahan. Pada tahun 2001, Marvel menarik diri dari otoritas Comic Code dan membuka kode komik tersendiri, yakni Marvel Rating System.

Marvel juga membuka versi cetak seperti Ultimate Marvel dan Marvel Ages. Seperti tahun 2009, Marvel tetap menjadi penerbit komik utama, bahkan ketika industri telah berkurang untuk sebagian kecil dari ukuran puncaknya dekade sebelumnya.

Tahun-tahun terkini

Pada tahun 2009, Marvel Comics menutup Open Submissions Policy, di mana perusahaan ini telah menerima sampel yang tidak diminta dari calon buku komik seniman, mengatakan menunggu waktu proses peninjauan telah menghasilkan hal yang tidak sesuai pekerjaan profesional.[10]

Pada tanggal 31 Agustus 2009, The Walt Disney Company mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk mengakuisisi Marvel Entertainment sebesar $ 4 miliar tunai dan saham. Disney sudah memiliki jaminan simpanan dari Marvel yang berhubungan dengan serial TV sejak tahun 2001, ketika membeli Saban Entertainment.[11] Kesepakatan dijadwalkan untuk memberikan suara pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2009.[12]

Beberapa Karya Populer

Berikut ini adalah daftar dari sebagian komik yang pernah diterbitkan Marvel dan mempunyai popularitas cukup tinggi:

 

By dayaniichigo

Prinsip dasar animasi karakter

Apa sih animasi karakter itu ?
Masih ingat lampu imut yang bermain-main dalam film Luxo Jr?
Atau tikus yang bertingkah laku seperti manusia dalam film
Stuart Little, hingga dinosaurus raksasa dalam film Jurrasic
Park dan Dinosaurs. Nah, semua karya tadi adalah buah tangan
para karakter animator. Jangan lupakan juga produk-produk
industri yang menari-nari di layar televisi, atau iklan dengan
tokoh jeruk yang berbicara dalam iklan minuman, yang
dibawakan Joshua, penyanyi cilik bertopi kupluk yang laris
manis. Animasi karakter adalah menghidupkan peran-peran
tertentu yang biasanya bukanlah manusia, menjadi suatu
karakter hidup dan manusiawi.

Untuk menjadi karakter animator yang baik diperlukan
perpaduan berbagai keahlian. Roy Adimulyo, seorang animator,
menyatakan selain menguasai teknik animasi diperlukan
keahlian di bidang akting dan sinematography, dan tentu saja
pemahaman mengenai proses pembuatan film itu sendiri.
Kemudian, Johannes N Enda, yang akrab dipanggil Annes
menambahkan bahwa seorang animator juga harus mengerti
mengenai proses penceritaan yang baik, yang tentu saja
menarik perhatian penonton. Riza Endartama, animator lain
yang hobby bercerita, menyatakan sebagai animator ia selalu
menyampaikan sesuatu kepada penontonnya. Bukan itu saja, ia
juga berusaha memancing reaksi penonton yang menyaksikan
karyanya, baik tertawa, sedih maupun gembira. Dengan kata
lain, seorang animator harus bisa mengekpresikan emosi
tertentu kepada penonton, bukan mempertontonkan
serangkaian gerak yang tidak berarti.

The animator must not only have the technical ability to draw or
pose characters, but also have a keen sense of timing, of
observation, mannerisms, and movement. In addition one must
also be an actor, have a sense of what makes something alive
and natural. Bringing these somewhat diverse fields of study
together, the animator can achieve something magical…the
sense of bringing an inanimate character to life (Michael B
Comet, 1999)

Mau tahu senjata andalan para animator kenamaan di atas ?
Tidak lain adalah prinsip-prinsip dasar yang dikenal sebagai 12
prinsip dasar animasi. Prinsip yang berlaku pada animasi 2D
maupun 3D (termasuk paper dan clay animation) adalah
rangkuman sifat-sifat gerak di alam, terutama gerak manusia.
10 Prinsip pertama dikenalkan pertama kali oleh Frank Thomas
& Ollie Johnston dalam bukunya, Illusion of Life, tahun 1981.
Lebih jauh lagi John Lasseter, yang dikenal sebagai sutradara
film Toys Story, yang cukup laris manis, menambahkan menjadi
12 dalam makalahnya di SIGGRAPH 1987, yang berjudul
“Principles of Traditional Animation Applied To 3D Computer
Animation”.

12 Prinsip Dasar Animasi Karakter
Cobalah melihat sebuah gerak, dan memahaminya secara
berurutan. Pemahaman mengenai sifat-sifat gerak pun akan
semakin mudah dilakukan. Rekan-rekan mungkin saja
menemui istilah yang berbeda-beda, apalagi padanan kata
Indonesianya belum dikenal. Tapi, paling tidak prinsip-prinsip ini
bisa memberikan gambaran bagaimana terjadinya sebuah
gerak. Urutan disajikan berdasarkan pengalaman pribadi saya
dalam mengerjakan suatu pekerjaan animasi.

Kedua belas prinsip tersebut adalah :
1. Pose dan gerakan antara (Pose-To-Pose Action and
Inbetween)
2. Pengaturan waktu (Timing)
3. Gerakan sekunder (Secondary Action)
4. Akselerasi gerak (Ease In and Out )
5. Antisipasi (Anticipation)
6. Gerakan penutup dan perbedaan waktu gerak (Follow
Through and Overlapping Action)
7. Gerak melengkung (Arcs)
8. Dramatisasi gerakan (Exaggeration)
9. Elastisitas (Squash and Stretch)
10. Penempatan di bidang gambar (Staging)
11. Daya tarik karakter (Appeal)
12. Penjiwaan peran (Personality)

copas http://murdanisp.blogspot.com/2010/09/prinsip-dasar-animasi-karakter.html
sumber: http://www.mail-archive.com/pakarti@yahoogroups.com/msg00258.html

By dayaniichigo

Menparekraf ajak Korea bikin karakter animasi lokal

Seoul (ANTARA News) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengajak Badan Konten Kreatif Korea Selatan (KOCCA) membuat karakter animasi lokal Indonesia sebagai bagian dari penjajagan kerja sama pengembangan ekonomi kteatif.
CEO KOCCA, Hong Sang Pyo, menyatakan siap membantu dan mendukung pengembangan industri kreatif Indonesia.
Mari mengatakan, peluang pengembangan industri animasi di dalam negeri masih besar karena sampai sekarang pasar animasi dalam negeri masih didominasi konten dan karakter animasi impor.
“Saat ini 90 persen animasi yang ditayangkan televisi Indonesia masih impor dan tidak ada karakter lokal,” kata Mari Pengestu saat bertemu dengan , di Seoul, Korea Selatan, Senin.
Mari mengatakan, Indonesia punya pasar yang besar untuk pasar konten animasi, game, film, dan musik. “Perkiraan kami ada 30 juta kaum muda yang menggandungi game,” katanya.
Ia menambahkan, dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia yang terpenting adalah mengoptimalkan pasar domestik yang sangat besar.
By dayaniichigo

Tokoh Animator

1. Christiawan Lie

christ lee
Biasa dipanggil Chris Lie, lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright di Savannah College of Art and Design, Amerika Serika ini menjadi salah satu animator di beberapa film terkenal seperti Transformer 3, GI Joe, dan Spiderman 4.Selain animator, Chris Lie juga dikenal sebagai komikus hebat. Petualangannya di Amerika dimulai tahun 2005 saat mengikuti kompetisi action figure GI Joe. Karyanya terpilih sehingga dilibatkan dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Sumbangsihnya untuk Indonesia juga bisa dilihat pada komik Baratayuda yang meraih penghargaaan sebagai cerita dan komik anak terbaik di Anugerah Komik Indonesia 2011. Sekarang ia mendirikan Caravan Studio di Indonesia.

2. Rini Triyani Sugianto

rini
Sejak kecil jadi penggemar komik Tintin hingga berlanjut ketika lulus dari Academy of art University, San Fransisco, ia dipercaya ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn. Dia juga mengerjakan film animasi lain seperti The Avenger. Berkat kepiawaiannya, ia ditarik oleh Weta Digital, rumah produksi yang menggarap film Tintin. Perusahaan ini juga yang menggarap animasi film semacam Avatar, King Kong, Lords of The Ring, dan X-Men: First Class. Saat ini, Rini sedang fokus dengan animasi pada film yang akan segera dirilis, The Hobbit.

3. Andre Surya

andre surya
Melalui kecerdasannya mengolah efek film, lulusan DKV Universitas Tarumanegara ini bisa ikut terlibat dalam film Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, hingga Transformers: Revenge of the Fallen.
Setelah berkecimpung di kancah global selama 10 tahun, kini ia kembali ke Jakarta mendirikan studio EnspireStudio. Karya teranyarnya The Escape meraih Best short Competition-Award of Merit di Amerika Serikat, serta Best Short Animation pada festival film di Los Angeles.

4. Marsha Chikita Fawzi

chitika fawzi
Ingat Upin-Ipin? Marsha Chikita Fawzi yang akrab dipanggil Kiki ini punya kiprah di dalamnya. Sebagai putri bungsu pasangan Ikang Fawzi – Marissa Haque, awalnya ingin kuliah seni murni di ITB tetapi ditentang orang tua, sehingga beralih memilih Multimedia University di Malaysia. Sekarang Kiki kembali ke Indonesia membuat perusahaan animasi. Ia berharap Indonesia akan punya intelectual property (IP) yang sangat bercita rasa tanah air. Layaknya Upin-Ipin merupakan IP Malaysia karya Las’ Copaque Production.

5. Griselda Sastrawinata

griselda
Pindah ke Amerika Serikat saat kelas 2 SMA lalu melanjutkan pendidikan di Art Center College of Design, Pasadena. Ia kemudian diterima bekerja di studio animasi Dreamwork. Karya-karya perusahaan ini bisa dilihat seperti Kungfu Panda, Madagascar, dan Monster Aliens Inc.

6. Wira Winata

wira
Lulusan Nanyang Polytechnic, Singapore dan Art Centre College of Design yang awalnya menyelesaikan film animasi The Little Red Plane sebagai final project untuk kelulusan di Art Center. Siapa sangka, kini dengan perusahaan yang didirikan, Shadedbox, ia merambah dunia animasi di kancah global.

7. Pamela Halomoan

pamela
Karya Pamela telah dinkmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris, hingga Turki. Ia menciptakan karakter Wolly, babi lucu yang menarik perhatian pengunjung saat dipamerkan di Game Toy Comic Convention di Singapura.

Itulah 7 bukti kehebatan orang Indonesia. Walau mungkin, belum ada dukungan pemerintah yang lebih intens pada kemajuan dunia kreatif (bandingkan dengan pemerintah Malaysia yang selalu mengadakan kompetisi animasi untuk menumbuh-kembangkan industri ini – dikutip dari pernyataan Marsha Chikita Fawzi), nyatanya secara individual atau “basis massa” tetap berjuang demi Indonesia.

copas http://www.sipgan.com/humaniora/7-tokoh-animator-indonesia-berprestasi-internasional/

By dayaniichigo

Pengaruh Komik

1. Membaca komik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stress. Ada orang tertekan. Jadi, dia pergi kedai buku, cari komik Mutiara Naga 1 set dari episode 1 hingga 52 dan khatam baca dalam satu malam sahaja. Keesokan harinya, dia terus boleh buat kerja dan melupakan masalah yang menimpanya. Salah satu cara yang pelik untuk menghilangkan stress.

2. Membaca baca hiburan. Ada gambar-gambar yang sangat cantik. Menghayati keindahan dunia dalam komik atau majalah hiburan tersebut? Wajarkah hobi ini diteruskan? Ya. Bagi mereka yang rasa membaca komik itu sebagai satu hobi yang memberikan informasi dan keperluan dalam kehidupan mereka. Ada pelajar, suka beli majalah HAI atau majalah JUTAWAN. Mungkin ada sesuatu dalam majalah tersebut menaikkan semangat atau memberikan inspirasi pada mereka. Mana tahu, ada yang berbakat untuk menjadi ahli perniagaan tersohor ataupun penulis majalah terkenal suatu hari nanti? Ya. Mungkin.

3. Memang banyak faktor negatif dalam majalah hiburan. Adakah wajar kerajaan menghalangnya? Tidak. Jika ianya dihalang, ianya sudah dilakukan ketika negara kita merdeka lagi. Mastika antara majalah yang muncul awal ketika zaman-zaman kemerdekaan negara kita. Malah, pernah dihentikan seketika oleh beberapa isu. Tapi muncul kembali sehingga hari ini sampaikan ada makcik-pakcik yang beli mastika setiap bulan. Nasib baik Mastika tidak keluar 2 atau 4 kali sebulan. Kalau tak, taraf Mastika dah macam tahap komik Pendekar Laut atau Dewata raya.

4. Sejarah. Jika pelajar-pelajar membaca banyak komik, biasanya banyak komik menggunakan tema sejarah sebagai isi utama atau tema utama dalam komik tersebut. Pasti ada watak-watak dalam sejarah yang akan diceritakan dalam komik tersebut. Kita lihat komik dari jepun. Sudah mencapai taraf industri. Adakah ianya terjadi di Malaysia? Tidak. Malaysia tidak ada industri komik yang jitu. Jadi, mustahil akan jadi melainkan ada faktor yang mengubahnya. Jadi, membaca komik boleh membantu pelajar-pelajar-pelajar mahir, ingat dan hafal dengan sejarah Malaysia. Mungkin dan tidak.

5. Komik dan majalah hiburan punya faktor dan sebab untuk diwujudkan. Tapi sebab utamanya adalah untuk menjana pendapatan. Tak kiralah secara tetap atau sampingan. Sebab itu ramai penulis dan pelukis wujud di dunia ini dan sebahagian dari mereka adalah pelajar sekolah. Betul atau tidak? Ini fakta.

6. 60% para pelajar membaca komik dan majalah hiburan. Ini fakta. Mungkin tahun ini mencapai tahap 70-80% berdasarkan kajian yang dilakukan secara tidak saintifik. Statistik juga menyatakan, membaca komik boleh merangsang pemikiran pelajar untuk jadi lebih kreatif dan inovatif. Tak kiralah untuk perkara baik atau jahat. Sebab tu, banyak kerajaan tak menghalang penjualan komik dan majalah hiburan dikedai buku. Ini betul.

7. Pelajar makin lalai dan malas? Itu bergantung pada pembawaan pelajar itu sendiri. Memang ramai yang malas dan lalai. Itu fakta dan hakikat. Tapi ramai juga yang bjiak menggunakannya untuk pelbagai sebab yang berbeza. Jadi, adakah komik membawa pengaruh yang tidak elok pada pelajar sekolah? Mungkin, ya dan juga tidak.

copas http://ohcikgu.com/2011/01/11/pengaruh-komik-dan-majalah-hiburan-kepada-pelajar-sekolah/

By dayaniichigo

Film Kartun Paling Terkenal

1. Tom and Jerry

Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat hasil produksi MGM yang bercerita tentang sepasang kucing (Tom) dan tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Seri animasi ini adalah pemenang Academy Award (Piala Oscar) dan membentuk dasar dari seri sukses studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Cerita pendek mereka ini diciptakan, ditulis dan disutradarai oleh dua orang animator bernama William Hanna dan Joseph Barbera (mereka kemudain terkenal sebagai Hanna-Barbera)

tom and jerry

Seri animasi ini diproduksi oleh MGM Cartoon Studio di Hollywood pada tahun 1940 hingga 1957 saat unit animasi studio tersebut ditutup. Pada tahun 1960, MGM mempekerjakan Rembrandt Films (pimpinan Gene Deitch) di Eropa Timur untuk memproduksi seri Tom and Jerry ini.

Produksi Tom and Jerry kembali ke Hollywood pada tahun 1963, dikerjakan oleh Sib-Tower 12 Productions pimpinan Chuck Jones. Seri produksi ini berlangsung hingga tahun 1967.

Tom and Jerry muncul kembali di acara kartun televisi hasil produksi Hanna-Barbera (1975-1977; 1990-1993) dan Filmation Studios (1980-1982). Film animasi pendek produksi MGM karya Hanna dan Barbera dikenal karena telah memenangkan tujuh Academy Award, sama dengan prestasi Silly Symphonies karya Walt Disney. Dua karya ini adalah karya animasi seri yang paling banyak menerima penghargaan

2. Scooby Doo

Scooby-Doo adalah sebuah serial animasi televisi Amerika Serikat yang diproduksi untuk acara televisi Sabtu pagi hari (jam tayang untuk acara televisi anak-anak di AS). Film animasi ini telah diproduksi dalam beberapa versi yang berbeda dari tahun 1969 hingga sekarang.

scooby doo

Serial animasi Scooby-Doo diciptakan oleh Joe Ruby, Ken Spears (cerita) dan Iwao Takamoto (perancang karakter) untuk Hanna-Barbera Productions — produser film animasi yang menghasilkan banyak seri-seri lainnya yang berhubungan dengan Scooby-Doo — hingga dibelinya rumah produksi ini oleh Warner Bros. di tahun 1997. Warner Bros. ini kemudian meneruskan produksi serial animasi ini sejak saat itu.

Walaupun format acara dan tokoh-tokoh serial ini berbeda-beda semenjak diciptakan, versi serial TV Scooby-Doo yang paling terkenal adalah yang terdiri atas Scooby-Doo — seekor anjing yang mampu berbicara — dan empat orang remaja: Fred “Freddie” Jones, Daphne Blake, Velma Dinkley, dan Norville “Shaggy” Rogers.

Kelima tokoh ini (secara resmi dikenal bersama sebagai “Mystery, Inc.” walaupun pada awalnya tidak dinamai demikian) berkeliling dunia menggunakan sebuah mobil van yang dinamai “Mystery Machine”, dan memecahkan berbagai misteri yang berhubungan dengan hantu dan kekuatan gaib. Pada akhir tiap episode-nya, kekuatan gaib itu ternyata memiliki suatu penjelasan yang masuk akal, biasanya mengenai rencana-rencana kriminal yang menggunakan kostum dan efek mekanis khusus dengan tujuan untuk menakut-nakuti atau mengalihkan perhatian. Pada versi-versi Scooby-Doo yang lebih baru disajikan variasi-variasi yang baru mengenai tema-tema kekuatan gaib, dan menampilkan beberapa tokoh baru seperti Scooby-Dum, sepupu Scooby-Doo, dan Scrappy-Doo, keponakan Scooby-Doo.

Seri animasi TV Scooby-Doo mulanya ditayangkan di stasiun TV AS CBS dari tahun 1969 hingga tahun 1976 ketika acara ini pindah ke ABC. Stasiun TV ABC menghentikan tayangan film seri ini di tahun 1986, tapi menayangkan seri tiruannya berjudul “A Pup Named Scooby-Doo” dari tahun 1988 hingga tahun 1991. Seri Scooby-Doo baru, “What’s New, Scooby-Doo?”, ditayangkan oleh Cartoon Network dan diteruskan oleh WB Network dalam bagian program Kids’ WB dari tahun 2002 hingga tahun 2005. Serial Scooby-Doo terkini, “Shaggy & Scooby-Doo Get a Clue!”, ditayangkan tiap Sabtu pagi oleh CW Network.

3. Doraemon

Doraemon adalah judul sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio sejak tahun 1970 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Dia dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial — yang akan terjadi di masa depan — yang disebabkan karena kebodohan Nobita.

doraemon

Nobita, setelah gagal dalam ulangan sekolahnya atau setelah diganggu oleh Giant dan Suneo, akan selalu mendatangi Doraemon untuk bantuannya. Doraemon kemudian biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya; peralatan yang sering digunakan misalnya “baling-baling bambu” dan “Pintu ke Mana Saja”. Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.

4. Crayon Shinchan

Crayon Shinchan adalah sebuah seri manga dan anime karya Yoshito Usui. Tokoh utamanya adalah seorang bocah lima tahun murid taman kanak-kanak yang sering membuat ulah, dan membuat repot semua orang di sekitarnya.

crayon sinchan

Crayon Shinchan pertama muncul pada tahun 1990 secara mingguan di majalah Weekly Manga Action, yang diterbitkan oleh Futabasha. Crayon Shinchan mulai ditayangkan oleh TV Asahi pada 13 April 1992. Di Indonesia, komik Shinchan diterbitkan oleh Indorestu Pacific (sebelumnya pernah pula diterbitkan Rajawali Grafiti dengan judul Crayon). Anime Crayon Shinchan di Indonesia ditayangkan oleh stasiun televisi RCTI setiap hari Minggu pagi sesudah serial Doraemon.

Humor dalam seri ini berasal dari tingkah laku Shin-chan yang janggal. Misalnya ia sering meledek ibunya bila disuruh merapikan mainannya. Seperti ayahnya, Shinchan juga suka melihat wanita cantik dan sering merayu mereka.

5. Spongebob Squarepants

SpongeBob SquarePants adalah salah satu kartun yang tokoh utamanya seekor spons yang tinggal dalam sebuah rumah nanas dalam laut di kota Bikini Bottom. Tetangga SpongeBob yaitu si gurita Squidwards dan teman akrabnya, Patrick Star seekor bintang laut merah muda, tinggal di bawah sebuah batu. Rumah Squidward terletak di antara rumah Spongebob dan rumah Patrick, dan inilah yang meresahkan Squidward.

SpongeBob SquarePants.gif

SpongeBob dan kawan-kawannya tinggal di kota Bikini Bottom dalam lautan Pasifik. Bikini Bottom dilihatkan sebagai sebuah kota biasa dengan pusat kota, pinggir kota, kawasan pantai, lapangan terbang, rangkaian bunga laut dan taman hiburan sendiri. Stephen Hillenburg sang ilustrator kartun ini, pernah berkata bahwa Bikini Bottom direka lebih kurang berdasarkan kota Seattle, Washington.

copas  http://www.terbaca.com/2011/11/film-kartun-paling-terkenal-di-televisi.html

By dayaniichigo